Umum

Pemuda Sebagai Ujung Tombak Perubahan

Gapegas.or.id – Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam yang melimpah, dengan beragam hasil yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, potensi sumber daya alam yang melimpah belum dapat dikelola secara maksimal karena kualitas sumber daya manusia yang belum mencukupi di setiap bidang.


Diantara bidang-bidang tersebut, terdapat bidang yang sangat mempengaruhi terhadap bidang lainnya, yaitu bidang politik karena bidang politik menjadi landasan dalam menentukan kebijakan pada bidang ekonomi, sosial, hukum, budaya, ketahanan dan keamanan.

Politik di Indonesia dapat dikatakan sudah mati, yang ada hanyalah sejumlah kegiatan politik di segala bidang oleh mereka yang menamakan diri sebagi penguasa panggung politik yang terjadi hanya ajang perebutan kepentingan kelompok partai serta kepentingan para elit partai semata. Sementara kepentingan rakyat sudah jauh tergusur kepinggir dan mati. Politik sudah dimatikan oleh sistem, budaya dan perilaku politik itu sendiri.

Politikus yang seharusnya memahami dan mengetahui permasalahan bangsa serta menjadi ujung tombak untuk memajukan negara yang memiliki kemampuan membaca permasalahan bangsa. Namun, mereka seperti memikirkan memperoleh kekuasaan saja. Menjelang pemilihan umum, beramai-ramai tokoh politik terjun langsung ke masyarakat untuk mendapatkan suara rakyat. Berbagai janji mereka ucapkan kepada rakyat.


Padahal, banyak hal yang dapat dilakukan oleh anak bangsa selain hanya mengejar kekuasaan semata. Keahlian yang mereka miliki pasti sangat berguna dalam membantu menyelesaikan permasalahan. Setiap orang ditakdirkan memiliki peranan saat hidup di dunia. Seorang pengusaha tidak perlu ambisius untuk menjadi tokoh politik. Pengusaha berperan penting untuk membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Indonesia kehilangan sosok dan semangat kaum  muda untuk masuk ke dunia perpolitikan. Padahal kaum muda memiliki peran strategis untuk melakukan perubahan. Karena kaum muda memiliki energi dan pemikiran sosialis yang tinggi serta semangat juang yang lebih membara untuk merealisasikan tujuannya.

Sebagai kaum muda yang memiliki hak pilih, sebaiknya tidak boleh menjadi Apatis. Politik merupakan landasan kebijakan yang ideal, yang berarti sesuai dengan tujuan awal bahwa politik menentukan kebijakan secara adil, baik dalam bidang ekonomi, sosial, hukum, budaya, keamanan dan ketahanan negara.

Kaum muda seharusnya lebih peduli terhadap politik bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, kaum muda lah yang dapat melaksanakan perubahan bangsa. Negara Indonesia merdeka karena kaum muda pada waktu itu memiliki semangat juang yang tinggi dan sangat kritis. Mereka mendesak golongan tua untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan.

Kaum muda menjadi ujung tombak dalam melaksanakan perubahan bangsa. Kaum muda yang kritis dan sosialis berani untuk mengungkapkan pendapat. Menyadari pentingnya pengetahuan dan pemahaman politik, kaum muda harus lebih peduli terhadap perpolitikan Indonesia dengan tidak bersikap apatis.

Soekarno pernah menyatakan “Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air, dan aku akan mengguncang dunia!” Soekarno menyadari bahwa semangat kaum muda yang kelak melakukan perubahan menuju bangsa yang lebih baik.

Melihat realita sekarang, sulit melihat kaum muda mahasiswa peduli akan perpolitikan. Mahasiswa saat ini lebih asik dengan dunia remaja, pergaulan bebas, hura-hura, dan sebagainya. Hanya sedikit mahasiswa yang benar-benar peduli dan berpikir kritis mengenai politik. Padahal politik adalah sesuatu yang vital menjadi landasan arah berbagai kebijakan bangsa.


Kaum muda seharusnya memiliki rasa keingintahuan kondisi politik Indonesia saat ini. Dengan mahasiswa menyadari pentingnya politik, mereka akan berusaha mengkritisi perpolitikan yang terjadi. Mahasiswa yang hendak berunjuk rasa, seharusnya sadar akan yang mereka inti dari perjuangan ketika berunjuk rasa. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh kaum muda, seperti turut serta dalam pemilih ketika pemilihan umum, tidak terhasut politik uang yang dilakukan sejumlah partai politik, dan berani menentukan.

Salah satu solusi nyata adalah memberikan pendidikan politik kepada anak-anak muda lainya. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik maka kaum muda mengerti betapa pentingnya politik untuk dipelajari. Setelah itu dilaksanakan secara maksimal, kelak banyak pemuda yang tertarik untuk terjun ke dunia politik.

Dalam pemberian pendidikan politik harus diimbangi dengan pendidikan mental dan akhlak yang kuat, karena perilaku baik dapat berubah menjadi tercela ketika sudah duduk di pemerintahan, ini dapat terjadi akibat sistem politik itu sendiri dan godaan yang kuat untuk berbuat tidak benar seperti korupsi kolusi dan nepotisme.

Setelah itu harus ada program kelanjutan dari Pemerintah ketika kaum muda memasuki dunia kampus. Pemerintah harus serius menangani hal ini, karena pemerintah memiliki hak dan wewenang dalam mengatur kurikulum pendidikan.

Menyadari pentingnya pengetahuan dan pemahaman politik, mahasiswa harus lebih peduli terhadap perpolitikan yang terjadi Indonesia. Kaum muda seharusnya berani untuk bercita-cita menjadi wakil rakyat. Bila kaum muda sudah tidak peduli terhadap masalah politik, lalu siapakah yang kelak memimpin bangsa Indonesia.

Sebenarnya bukan masalah politik, ekonomi dan hukum yang menjadi permasalahan, walaupun yang tampak seperti demikian. Permasalahan bangsa, intinya adalah masalah budaya atau kebudayaan. Bangsa ini telah kehilangan hal yang sangat mendasar, yaitu nilai-nilai karakter sebagai bangsa pejuang dan penggagas.

Selama puluhan tahun di jaman orde baru Indonesia menjadi bangsa penikmat dan diarahkan untuk hidup dalam budaya hedonis. Tidak ada ruang untuk berkreativitas, ini dibuktikan dengan dibelenggunya kebebasan pers dalam menyampaikan berita.

Rakyat sangat patuh terhadap penguasa, sehingga setiap keputusan harus selalu menunggu dan meminta dahulu petunjuk bapak presiden. Rakyat menjadi kumpulan manusia tanpa kekuatan dan kehilangan budaya. Namun perilaku korup menjadi budaya bagi segilintir orang, yaitu para elite penguasa negeri.

Terkait permasalahan ekonomi, hukum dan politik, hal terpenting solusi untuk permasalahan bangsa adalah budaya. Hal vital yang harus dibenahi oleh bangsa ini adalah kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika permasalahan bangsa secara ekonomi, politik, hukum tidak dapat diselesaikan dengan keilmuan itu sendiri, kebudayaan lah yang akan menjawab permasalahan tersebut.

Budaya jangan dipandang hanya sebagai ritual, kesenian dari budaya itu sendiri. Budaya merupakan kebiasan hidup manusia dalam kehidupan sehari-hari. Budaya disiplin, jujur, berani membela kebenaran dsb. adalah budaya yang menjadi ciri khas dan selanjutnya menjadi kebudayaan.

Generasi muda penerus bangsa harus membudayakan kebiasan baik tersebut, hidup jujur, disiplin, dan memiliki tekad yang kuat untuk mengubah bangsa yang dimulai dari diri masing-masing. Bila setiap orang dapat mengendalikan ego sendiri, lalu beranjak dapat mengendalikan keluarga, kemudian di lingkungan masyarakat lalu ke skala yang lebih luas yaitu negara Indonesia, mudah-mudahan bukan kepentingan kelompok atau golongan yang diperjuangkan oleh para wakil rakyat kelak. Melainkan para wakil rakyat memperjuangkan Indonesia bebas dari keterpurukan, pengangguran, kemiskinan dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sehingga tercipta kemerdakaan yang sejati.

1 Comment

1 Comment

  1. Iyus Ruhsoni

    Jumat, 17 Januari 2020 9:14 AM at 9:14 am

    Menuju pergerakan kita bersatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Umum

Advertisement
BUPATI CUP Futsal Competition 2020 Antar SLTP-SLTA-Klub Umum Se Garut Selatan

GROUP SOSMED

Topik

Advertisement
To Top