Berita

Sejarah Pameungpeuk Garut Selatan

GAPEGAS.OR.ID – Garut Selatan, Pameungpeuk adalah salah satu wilayah yang terletak di bagian selatan Garut, Pameungpeuk mempunyai keindahan alam yang menakjubkan seperti objek wisata pantai santolo, sayang heulang dan masih banyak lagi wisata-wisata yang indah menarik untuk di nikmati ke indahan alam sekitar nya.

Namun disampig itu, Pameungpeuk mempunyai ciri has seperti, cerita-cerita yang unik lebih condongnya cerita mistis dan masih memakai kebiasaan adat istiadat dan budaya yang masih d percayai orang sekitar.

Pada saat itu raja dari kerajaan Sumedang Larang yang bernama Prabu Geusan Ulun berkelana untuk menyebarkan agama islam karena di daerah pakidulan sendiri masih memeluk agama Hindu dan Sunda wiwitan lalu beliau mendirikan kerajaan kecil didaerah bojong. Beliau menyebarkan agama Islam dengan melalui kesenian seperti wayang golek, degung dan kesenian-kesenian lainnya. Beliau sering bertirakat didaerah pulau Santolo yang berdekatan dengan pantai Sayang Heulang yang bernama Masigit Sela yang lokasinya tidak jauh dari makam Prabu Geusan Ulun hanya menyebrangi jembatan.

Beliau di kenal orang yang berilmu tinggi dengan ilmu agama nya dan ke aripan pribadi nya hingga mumpuni dengan kelebihan yang Allah berikan.

Prabu Geusan ulun sebelum beliau meninggal dia memberikan amanat kepada putra, dan prajuritnya jika dia meninggal jasadnya jangan langsung dikuburkan, tapi dihanyutkan terlebih dahulu ke sungai dengan menggunakan rakit, lalu bilamana jasad beliau berhenti di suatu tempat maka tempat itulah yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya, sungai nya yang bernama Cilaut Ereun. Pada saat beliau wafat amanat tersebut dijalankan, jasadnya dihanyutkan ke sungai yang berada dikaki Gunung Nagara yang di berinama sembah Ibrahim di bantar peundeuy. Setelah penghanyutan maka di ikutilah jasad tersebut oleh semuanya dan sampailah jasad itu berhenti disekitar pantai Sayang Heulang yang berdekatan dengan pantai Santolo berupa muara dan di berinama Cilaut Eureun dan setelah itu baru jasad sang Perabu di makam kan di lokasi tersebut.

Namun pada saat malamnya salah seorang putra Prabu mimpi tentang makam ayahnya tergenang oleh air dari sungai Cimanuk, lalu putra dan prajuritnya “meungpeuk” atau di “peumpeuk” yang dalam bahasa Indonesianya berarti menutup air sungai tersebut dengan tujuan membelokan sungai itu, namun pada saat proses itu banyak sekali korban yang berjatuhan ke sungai itu dan akhirnya sungai tersebut dinamai menjadi Cipalebuh dengan megambil kata “labuh” atau “jatuh”. Setelah berhasil membelokan sungai maka disebutlah Pameungpeuk, dan batu Pameungpeuk itu berada di Kaum Kaler, namun batu tersebut dari waktu ke waktu mengalami penyusutan atau kecil mungkin karena proses pelapukan.

Namun setelah itu jasadnya tidak ada di makam tadi, dan menurut saya itu adalah berupa maqom atau patilasan karena tidak terdapat jasad kata lain yang lebih dikenal moksa atau tilem. Menurut sesepuh jasad itu menghilang karena kuasa Allah SWT wallohualam.

Mengapa sih kebanyakan petilasan para karuhun atau leluhur jaman dulu menyerupai makam? menurut sepengetahuan saya karena para karuhun ingin mengingatkan kepada orang-orang bahwa kematian itu pasti, jadi arti kata maqom dan makam itu beda, maqom berarti petilasan yang menyerupai makam atau kuburan yang biasanya didalam maqom tersebut berupa barang peninggalan sang tokoh. Namun kebanyakan orang-orang malah menjadikan maqom maupun makam atau hal-hal peninggalan lainnya menjadi media untuk mencari kekayaan atau ingin cepat ingin kenaikan pangkat.

Sebagai anak bangsa kita wajib menjaga kelestarian budaya dan menjaga peninggalan bersejarah karena itu merupakan warisan leluhur kita, sebab tidak ada jaman sekarang kalau tidak ada jaman dahulu, tapi jangan sampai tujuan mulia tersebut malah menjerumuskan kita pada kemusyrikan karena hanya Allah lah yang wajib di sembah dan Allah lah tempat kita berlindung dari hal-hal apapun .

Continue Reading
You may also like...
1 Comment

1 Comment

  1. Opik

    Selasa, 11 Agustus 2020 9:39 AM at 9:39 am

    Hatur nuhun kana rupi infona ngeunaan sejarah Pameungpeuk. Sangat menambah wawasan keilmuan khusus sejarah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

AdvertisementAsro Networks Web Hosting Solutions
BUPATI CUP Futsal Competition 2020 Antar SLTP-SLTA-Klub Umum Se Garut Selatan

GROUP SOSMED

Topik

AdvertisementGet Kylafood On Asro Market
To Top